Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

KITAB Wahyu

Terperangkap dalam sebuah penglihatan, Yohanes melihat kemuliaan Kristus yang bangkit dan dengan demikian ia mengerti nasib Gereja sudah terancam oleh pengejaran-pengejaran pertama. Demikianlah awal kitab ini: Wahyu Yesus Kristus. Mengapa Wahyu memiliki reputasi sebagai kitab rriisterius, sulit dimengerti, dan mengapa bagi banyak orang ia mengandung makna yang menakutkan? Apakah itu karena banyak orang mencari tokoh-tokoh dan pesan-pesan rahasia yang dapat dicocok-cocokkan dengan kejadian-kejadian sekarang seolah-olah Y ohanes telah mengumumkannya secara rinci?

Jika kita ingin menghindari salah penger tian atas gambaran-gambaran dan gaya penulisan Wahyu Yohanes, pertama-tama harus mengetahui bahwa wahyu atau apokalypse merupakan bentuk sastra yang populer pada zaman Yesus. Ada wahyu kepada Yesaya, ada pula wahyu kepada Musa dan banyak lagi yang lain. Wahyu merupakan sebuah cara menafsir kejadian-kejadian kontemporer yang dibungkus dalam gambaran-gambaran yang mengerikan, dengan penglihatan-penglihatan dan malaikat-malaikat. Pengarang kitab ini mengasalkan gaya ini kepada seorang nabi yang tidak dikenal, sambil berusaha menarik kesimpulan-kesimpulan dan menunjukkan apa yang dikehendaki oleh Allah bagi kita.

Dalam menulis wahyu Yesus Kristus ini,Yohanes mengungkapkan apa yang Tuhan ajarkan kepadanya dengan banyak cara berkat karunia-karunianya sebagai seorang nabi, tetapi ia juga mengadopsi formula-formula yang biasa dipakai dalam kitab-kitab apokaliptik. Ketika ia membahas kejadian-kejadian kontemporer, maka ia menempatkan kejadian-kejadian itu dalam penglihatan dan ilustrasi fantastiknya. Hal yang sama juga dilakukan dalam bagian kedua kitabnya, yang mengajarkan kita apa yang harus menjadi sejarah. Ia tidak bermaksud menghadirkan kejadian-kejadian yang akan datang (Allah belum memberikannya suatu gambaran tentang ini), tetapi ia mengajarkan kita apa yang mendesak dan siapa yang hams menjadi pelaku-pelaku yang sebenamya. Kita akan memahami wahyn ini dengan lebih baik jika kita menafsirkan penglihatan-penglihatan. angka-angka dan lambang-lambang menurut kaidah sasrta apokaliptik, Maka kita akan melihat bahwa wahyu Yesus Kristus bukan saja tidak sulit dan tidak menakutkan tetapijuga penuh dengan kegembiraan dan harapan.

Kristus yang bangkit adalah pusat sejarah; dunia adalah tempat pergulatan antara Gereja, yang dikepalai oleh Kristus, dan kekuatan-kekuatan Setan; orang Kristen dipanggil untuk memberikan kesaksian dengan berani.

Dalam kitab ini kita dapat melihat tujuh seri, tiap-tiapnya dengan tujuh unsur, dalam empat bagian besar:
- tujuh pesan kepada jemaat-jemaat bab 1-3
- pemenuhan Perjanjian Lama, bab 4-11;
- Gereja menghadapi Kekaisaran Roma, bab 12-19;
- hari.-h~i. terakhir dan Yerusalem surgawi, bab 20-22.

 

Sumber : Kitab Suci Komunitas Kristiani (Edisi Pastoral Katolik)