KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
88. Konstantinus (798-715)
Konstantinus lahir di Syria. Terpilih menjadi paus pada 25 Maret 708. Tidak seperti para pendahulunya, dia mempunyai hubungan yang baik dengan Kaisar Yustinianus II. Ia ke Nikomedia untuk mengatasi beberapa persoalan yang mencuat dalam konsili terkahir yang berlangsung disana, yaitu Konsili Trullo. Kaisar menerimanya dengan penuh hormat dan menergaskan hak-hak istimewa Gereja dan kewajiban uskup Ravenna untuk tunduk pada paus. Tetapi tujuannya adalah untuk memperoleh kelunakan paus mengenai doktrin yang berkaitan dengan bidah Monotelitisme namun tidak berhasil.
Tidak berapa lama bersleang, Yustinianus dibunuh oleh Philipus Bardanes yang memproklamirkan dirinya sebagai Kaisar. Dia mencoba menarik perhatian paus atas tindakan ini tetapi Konstantinus, yang menganggap dia seorang bidah Monotelitisme, tidak mau mengakuinya. Alur cerita menjadi terbalik: sekarang kaisarlah yang memohon pengakuan dari paus Roma. Dan inilah kenyatan yang paling penting, sebagaimana penolakan Konstantinus terhadap peristiwa itu tersulut: terjadilah pemberontakan melawan Philipus Bardanes yang dipecat oleh Anastasius II, slah seorang dari menterinya. Anastasius memproklamirkan dirinya sebagai kaisar, dengan alas an bahwa dia Ortodoks, setai pada paus dan keputusan Konsili Trullo. Konstantinus tidak menyambut baik hasil kapitulasi ini karena dia mati mendadak. Tetapi dia memperkuat posisi Gereja demi kebaikan para penerusnya. Ia member dukungan kepada orang-orang Kristen di Spanyol untuk melawan para kaum kafir dan bidah. Ia mendorong umat beriman menyatakan kesetiaan kepada Gereja dengan mencium kaki patung St. Petrus. Konstantinus wafat pada 9 April 715.
|