Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

36. St. Liberius (352-366)

Liberius lahir di Roma dari keluarga Savelli. Terpilih menjadi paus pada 17 Mei 352. Kedudukannya sebagai paus diwarnai pertentangan karena campur tangan Kaisar Konstantinus yang secara terang-terangan mendukung bidah Arianisme serta usaha Yulius Pemurtad yang mengangkat kembali kultus kafir kuno. Atas desakan para pengikut Arius, uskup Aleksandria, ia mengadakan sebuah konsili di Roma untuk mengadili Athanasius. Para pengikut Arianisme ternyata sedang berusaha menghancurkan symbol Konsili Nicea. Oleh karena itu Paus Liberius kemudian memutuskan sebuah konsili baru untuk menyelidiki persoalan secara lebih mendalam. Ia mengajukan masalah mendasar ini kepada Kaisar Konstantinus dengan pertama-tama mengadakan sebuah konsili di Arles untuk menghukum para imam yang ikut menjatuhkan hukuman terhadap Athanasius dan para utusan paus. Liberius sangat kesal terhadap tingkah laku dan penolakan para uskup atas berbagai keputusan. Ia mengundang konsili lain yang diselenggarakan di di Milan dan disana ruang gerak Konstantinus sibatasi, dan menuai sukses karena mendapat dukungan para uskup dengan ancaman pengasingan.

Athanasius sekali lagi dikucilkan dan “Syahadat Nicea” ditolak. Paus Liberius marah dan menolak memberikan persetujuan sehingga paus diasingkan ke Berea, Pereancis. Tetapi rakyat Roma menuntut supaya paus dipulangkan. Konstantinus mau memanggil pulang Paus Liberius, tetapi dengan syarat berat: pertama, dia (Paus Liberius) harus membagi kepausan dengan Feliks (paus tandingan yang dipilih Konstantinus sendiri), dan kedua, harus menandatangani sebuah dokumen yang berisi formulasi yang sangat mirip dengan ajaran Arianisme. Melalui syarat pertama, Liberius diselamatkan oleh rakyat Romawi yang mencintainya dan mengusir Feliks keluar Roma. Tetapi pada syarat kedua, ia malah dikritik oleh sejumlah tokoh, seperti: Uskup Athanasius, Hilarius dari Poitiers dan Hironimus, yang melihat sikap patuh ini sebagai kelemahan karena takut mati. Dengan wafatnya Konstantinus, berakhirlah “bayang-bayang kelam” bidah Arianisme. Tetapi penerusnya, Yulianus Pemurtad, menciptakan bahaya baru, yaitu menghidupkan kembali gereja kafir. Paus Liberius menddirikan gereja St. Maria Maggiore di bukit Esquiline, suatu tempat dimana ada kisah tentang salju yang turun secara ajaib persis pada malam tanggal 3-4 Agustus. Liberius wafat pada 24 September 366 dan dimakamkan di grotto (gua/kuburan bawah tanah) Vatikan.