Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

Apakah mungkin Misa Paulus VI
(Misa kita sekarang) dirayakan ad orientem

Apakah mungkin Misa Paulus VI (Misa kita sekarang) dirayakan menghadap altar, salib, tarbenakel, dan menghadap timur, sama seperti misa Pra Konsili Vatikan-II? Ketika mempelajari Rubrik TPE 2005, saya menemukan beberapa hal yang menarik. Yaitu saat liturgi ekaristi, pada bagian persiapan persembahan, dalam rubrik dikatakan:

imam, berdiri dibelakang altar, mengambil patena dengan roti diatasnya, lalu mengangkatnya sedikit ...dst

nah, ajaibnya ketika "berdoalah, saudara-saudari" ("orate fratres") rubriknya begini:

imam berdiri di belakang altar, menghadap ke arah umat. Ia membuka tangan dan mengatupkannya kembali sambil berkata: berdoalah … dst

pertanyaannya adalah: bukankah imam selalu ada di belakang altar pada saat liturgi ekaristi dan sudah pasti menghadap umat? Akan lain ceritanya jika si imam tidak menghadap umat, sehingga perlu ditulis menghadap ke arah umat. Berdasarkan hal ini, saya mencoba mengecek rubrik persiapan persembahan ini dalam Missale Romanum 2002 (yaitu buku acuan pembuatan TPE 2005) disana dikatakan:

Sacerdos, stans ad altare, accipit patenam cum pane … dst

yang arti harafiahnya: Imam, berdiri (1) kearah (2) altar, mengambil patena berisi roti

Kemudian pada saat "Orate fratres", rubriknya adalah sebagai berikut:

Stans postea in medio altaris, versus ad populum, extendens et iungens manus, dicit: Orate, Fratres … dst

arti harafianya adalah: sesudah itu (3) berdiri (1) ke (4) tengah (5) altar, menghadap (6) kearah (2) umat (7), merentangkan dan menyatukan (8) tangan, mengatakan: Berdoalah saudara-saudari…dst

Saat Damai Tuhan bersamamu, rubrik dalam Missale Romanum 2002 adalah sebagai berikut:

Sacerdos, ad populum conversus, extendens et iungens manus, subdit: Pax Dómini sit semper vobíscum.

Arti harafiahnya: Imam (9), berpaling (10) kearah (2) umat (7), merentangkan dan menyatukan tangan, menerapkan (11) [kata-kata]: Damai Tuhan [selalu (semper) tinggal (sit)] Bersamamu. Sayangnya dalam rubrik TPE 2005 ad populum conversus dihilangkan sehingga terjemahan TPE rubriknya adalah sebagai berikut: sambil membuka tangan imam mengucapkan salam damai, nah barulah imam mengucapkan: Damai Tuhan bersamamu

 

Saat "inilah anak domba Allah…", rubrik dalam Missale Romanum 2002 adalah sebagai berikut:

Sacerdos genuflectit, accipit hostiam, eamque aliquantulum elevatam super patenam vel super calicem tenens, versus ad populum, clara voce dicit: Ecce Agnus Dei.. dst.

Arti Harafiahnya adalah: Imam berlutut, mengambil hosti, Ia (12) mengangkat (13) sejumlah kecil/sedikit (14) [hosti] memperlihatkan (15) diatas patena (16) atau diatas piala (17), menghadap (6) kearah (2) umat (7), dengan suara jelas mengatakan: Inilah … dst. Dalam TPE 2005, versus ad populum-nya hilang sehingga rubriknya sebagai berikut: imam berlutut, mengambil hosti, mengangkatnya sedikit di atas patena atau piala, lalu berkata kepada umat ...

Ini berarti bahwa sebenarnya Misa Paulus VI (misa kita sekarang) memungkinkan bahwa pada saat liturgi ekaristi, imam tidak menghadap umat (dan hanya menghadap umat saat rubrik memintanya). Ini berarti ada kemungkinan bahwa misa paska pembaharuan konsili Vatikan-II dirayakan menghadap Tuhan [hindari kata-kata membelakangi umat, karena ungkapan ini tidak tepat]. Misa seperti ini sangat Kristosentris (bukan berarti misa yang selalu menghadap umat tidak Kristosentris, jangan disalahartikan). mengapa menghadap timur? Mengenai hal ini bisa dibaca di artikel dari Rm. Uwe Michael Lang dibawah ini:

Thomas Rudy
Sumber disini