H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm
MALAM PASKA /C/2013
Rm 6:3-11 Luk 24:1-12
PENGANTAR
Beberapa orang perempuan, antara lain Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus, datang di makam Yesus membawa rempah-rempah untuk membalsami jenazah Yesus. Ternyata makam-Nya telah terbuka, kosong dan Yesus sudah tidak ada. Mereka termangu-mangu. Murid-murid Yesus sendiri (para rasul!) juga tercengang, ketika mendengar berita itu. Ternyata mereka semua itu secara psikis tidak siap menghadapi kenyataan itu. Padahal Yesus sudah mengatakan, bahwa Ia akan menderita, mati dan pada hari ketiga akan bangkit kembali. Kata-kata Yesus tidak diingat kembali. Mereka selalu ingin minta bukti. Namun iman bukan diperoleh dan dimiliki atas dasar bukti.
HOMILI
Jawaban atas ketakutan dan keragu-raguan orang-orang perempuan dan para murid Yesus diberikan oleh dua orang/malaikat yang menampakkan diri dan berkata: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Ia tidak ada di sini. Ia telah bangkit ” (Luk 24:5-6). Yesus sudah mengatakan beberapa kali, bahwa Ia akan menderita dan mati karena orang-orang berdosa, tetapi akan bangkit kembali.
Keselamatan umat manusia adalah suatu proses perjalanan sejarah. Dalam Perjanian Baru sejarah keselamatan kita itu di mulai dengan kelahiran Yesus di Betlehem. Dan arus perjalanan sejarah penyelamatan Yesus itu bermuara dalam kematian dan kebangkitan Yesus. Yesus menjadi Kristus. Penyelamat kita adalah Yesus Kristus. Yesus telah menjadi “Dia Yang Diurapi” sebagai Penebus. Dalam perayaan Natal para malaikat memberitahukan kepada gembala-gembala, bahwa Maria melahirkan Yesus sebagai Penyelamat di Betlehem. Sang Penyelamat datang untuk membawa umat manusia kepada kehidupan kekal. Maka secara refleksif kita dalam iman dapat menarik kseimpulan, bahwa Yesus yang datang untuk membawa manusia kepada hidup kekal, tidak mungkin mati dan tidak dapat hidup kembali! Yesus berasal dari Allah. Maka pada hakikatnya Ia sendiri adalah kehidupan. Sebagai Penyelamat Ia mengalahkan dosa dan kematian. Ia adalah pemberi hidup! Karena itu ditegaskan oleh kedua pemuda/malaikat di makam Yesus kepada orang-orang perempuan: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?
Apakah pesan Injil Lukas dalam Malam Paskah ini?
Para murid Yesus, yang akan menjadi rasul-rasul-Nya, selama tiga tahun telah dipanggil Yesus untuk mengkuti-Nya. Mereka bergaul dengan Dia, mendengarkan sabda-Nya, melihat apa yang dilakukan-Nya, tetapi juga melihat penderita-Nya, bahkan menyaksikan hukuman mati yang dijatuhkan pada diri-Nya, dan akhirnya pelaksanaan penyaliban-Nya di salib. Tetapi ketika mendengar berita tentang kebangkitan-Nya mereka tidak percaya. Berita dari orang-orang perempuan, yang menyaksikan makam kosong, dianggapnya sebagai omong kosong. Padahal telah beberapa kali Yesus telah berbicara tentang kebangkitan-Nya sebagai Guru mereka.
Mengapa? Karena kepercayaan akan kebangkitan bukan kita peroleh dari bawah dan dari luar, atau hanya dari keinginan kita sebagai manusia, melainkan dari atas, yakni dari sabda dan karya Allah sendiri. Kepercayaan akan kebangkitan diberikan atau diwahyukan oleh Allah sendiri. Dan itu terjadi dan diberikan oleh Allah kepada murid-murid Yesus melalui kebangkitan-Nya. Dan melalui berita mengenai keheranan atau keragu-raguan orang-orang perempuan, yang setia kepada Yesus, dan ketidakpercayaan para murid-murid Yesus, termasuk Santo Petrus, dan akhirnya dengan keterangan kedua orang muda/malaikat yang tampil di makam Yesus: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?”, kita akhirnya seperti murid-murid Yesus percaya akan kebangkitan-Nya. Iman atau kepercayaan kristiani sejati memang bukan kita peroleh atas dasar bukti-bukti, melainkan akan kepekaan hati terhadap wahyu Allah. Iman bukanlah ilmu, pengetahuan ataupun keahlian, melainkan kepekaan dan kesediaan batin menerima sabda Dia Yang Mahatahu. Kristus hanya akan bangkit dalam diri orang yang terbuka dan rendah hati untuk menerima Diri-Nya.
Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm
kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm