KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|

Peranti liturgis atau bejana kudus
Peranti liturgis adalah perlengkapan yang dipakai dalam perayaan liturgi. Kali ini akan kita bahas beberapa peranti yang dipakai secara khusus dalam Perayaan Ekaristi. Secara khusus digunakan juga istilah “bejana kudus” (Latin: de sacris vasis, dalam PUMR Bab VI, III) untuk menyebut tempat hosti/Tubuh Kristus (patena, sibori, monstrans) dan tempat anggur/Darah Kristus (piala). Kita mengelompokkan “bejana kudus” sebagai bagian dari peranti liturgis untuk Misa, yang termasuk di antaranya purifikatori, palla, korporale, sendok, serta ampul dan lavabo
Sibori dan Patena: tempat untuk hosti
|
Kedua benda ini sebenarnya mempunyai fungsi yang sama, yakni untuk mewadahi hosti. Bedanya, sibori biasanya untuk mewadahi hosti-hosti kecil dalam jumlah banyak, sedangkan patena biasanya hanya untuk mewadahi hosti besar atau beberapa hosti saja. Ada beragam model sibori. Sibori sendiri sebenarnya berarti piala dari logam (Latin: cyborium). Maka, kini masih bisa kita jumpai bentuk sibori yang seperti piala untuk minum. Untuk membedakan dengan piala, biasanya sibori memiliki penutup di atasnya. Dulu masih ditambahi kain penutup yang berhiasan. Itu contoh sibori gaya lama |
|
|
Sibori gaya baru lebih beragam. Kebanyakan tak lagi berbentuk piala dan tak harus terbuat dari logam. Ada yang terbuat dari keramik, gelas, atau bahkan kayu. Tentu tidak semba-rang bahan bisa dipakai. Konferensi Waligereja setempat dapat memutus-kan bahan apa saja yang dapat dipakai (PUMR 329). Yang harus diperhatikan adalah bagaimana benda itu dapat ditampilkan secara patut-layak-pantas, sebaik-nya juga dengan keindahan-nya yang tidak perlu lagi berlebihan. Maklumlah, yang akan diletakkan di dalamnya kan Tubuh Kristus sendiri |
|
|
|
| Tempat lainnya dikenal juga sebagai pyxis. Berbentuk kecil, untuk beberapa hosti saja, yang digunakan untuk mengantar Sakramen Mahakudus kepada orang sakit (viatikum).
|
 |
Patena yang berarti piring (bahasa Latin) itu biasanya berbentuk tipis datar. Maka seringkali menjadi bagian dari piala dan diletakkan di atas piala. Bahannya sama dengan piala sehingga tampak serasi. Kini, patena yang model tipis begitu sebaiknya tidak lagi digunakan. Mengapa? Karena kita lebih membu-tuhkan tempat hosti yang dapat dilihat jemaat. Maka, sebaiknya hosti besar itu dijadikan satu dengan hosti-hosti kecil lainnya dalam sibori.
|
Piala atau cawan: tempat untuk anggur
Umumnya kita lebih sering menyebut tempat anggur itu sebagai piala daripada cawan. Kalau mau mengikuti bahasa Latin bisa juga, yakni calix. Piala semacam itu mempunyai nilai simbolis lebih kuat daripada sibori, tempat hosti/roti.
Piala yang dipakai dalam Liturgi Ekaristi itu adalah simbol piala kesengsaraan Kristus, tempat kurban ilahi, seperti diucapkan Yesus dalam Perjamuan Malam Terakhir-Nya. Jadi, piala itu disetarakan dengan penderitaan Kristus (“…ya Bapa, ambillah cawan ini daripada-Ku”, Mrk 14:36). Darah Kristus yang dilambangkan dengan anggur dituangkan di dalamnya.
|
|
 |
Maka, sudah selayaknya bila bentuk fisik piala pun dibuat sedemikian rupa sehingga tetap menjaga nilai tinggi dari yang di- muatnya. Bentuk dan bahan untuk membuat piala bisa beraneka. Yang pen- ting, jangan sampai anggur yang diwadahi tercemari oleh bahan baku untuk piala itu.
Makanya, biasanya lapisan emas yang cukup diperlukan untuk piala yang terbuat dari logam supaya anggurnya tidak bercampur dengan bahan logam itu. Kalau tercampur, wah rasanya amat tidak enak karena rasa logamnya seperti menempel di mulut
|
Kualitas khusus untuk bejana kudus
Instruksi Redemptionis Sacramentum (RS 116) secara tegas tidak menyetujui “penggunaan bejana-bejana biasa atau bejana yang tidak bermutu atau tidak mempunyai nilai estetis apa pun atau yang berupa hanya penampung, dan juga bejana-bejana yang dibuat dari kaca, tanah liat, atau bahan lain yang mudah pecah”. Anjuran ini mau menjaga kesucian benda-benda itu, sekaligus menjaga “perasaan religius” umat beriman. Bayangkanlah jika tiba-tiba ada kecelakaan kecil sehingga bejana kudus yang terbuat dari bahan yang bisa pecah itu sungguh pecah ketika sedang digunakan dalam Misa.
Purifikatori, palla, korporale, dan sendok
|
Purifikatori adalah semacam lap putih pembersih untuk piala, sibori, patena. Palla adalah kain keras putih persegi empat untuk menutupi piala dari kemungkinan masuknya kotoran. Sedangkan korporale merupakan semacam kain taplak putih untuk alas piala dan sibori/patena. Pada ketiga benda itu biasanya diterakan sebuah salib kecil.
|

Sebelum digunakan ketiga benda ini biasanya diletakkan pada piala. Urutan meletakkannya adalah purifikatori, patena (jika dipakai!), palla, korporale. Dulu, setelah purifikatori, sering juga dimasukkan sendok kecil yang dipakai untuk menciduk air dan mencampurkannya dengan anggur ke dalam piala. Mungkin penggunaan sendok kecil masih dapat kita jumpai pada zaman sekarang. Namun, sudah banyak imam yang tidak lagi menggunakan sendok kecil semacam itu dan langsung menuangkan sedikit air ke dalam piala yang sudah berisi anggur
|
 |
|
Cara menatanya:
Ampul, tempat anggur dan air
|
Anggur dan air yang diperlukan untuk Liturgi Ekaristi dibawa dalam ampul. Ampul adalah dua bejana atau semacam cangkir, yang satu berisi anggur dan yang satunya berisi air matang. Biasanya, masing-masing ampul itu diberi tanda, entah tulisan atau gambar anggur dan air. Ampul yang berisi anggur (bisa juga dengan yang berisi air) inilah yang semestinya dibawa mendampingi sibori yang berisi hosti dalam perarakan persembahan. |
Lavabo untuk cuci tangan
Tempat untuk cuci tangan Imam Selebran ini bisa beraneka pula bentuknya. Biasanya berupa bejana atau kini sudah lazim dalam rupa mangkuk. Bahannya macam-macam, ada yang dari logam, keramik, atau gelas. Yang penting bisa menampung air bersih, tidak perlu air matang. Sebuah serbet atau handuk kecil biasanya menemani lavabo untuk mengelap/ mengeringkan tangan. Lavabo (Latin lavare = mencuci, membasuh, membersihkan) digunakan jika memang diperlukan, khususnya dalam persiapan persembahan.
Monstrans
Meskipun tidak langsung dipakai dalam Perayaan Ekaristi, monstrans (Latin: monstrare = menunjuk kan, memperlihatkan) berkaitan erat dengan Sakramen Ekaristi. Benda agung dan indah yang berkaca itu dipakai untuk menunjukkan Tubuh Kristus dalam rupa hosti besar yang digunakan untuk adorasi atau penghormatan kepada Sakramen Mahakudus.
|
|
Pedupaan
 |
Pedupaan digunakan untuk menambah suasana kemeriahan dalam Pera-yaan Ekaristi. Kepulan asap dan aromanya mem-bawa umat ke alam surga-wi. Bahkan bunyi rantai dan gemercing lonceng-lonceng kecil yang meng-hiasi pedupaan itu juga menambah suasana mistis, sakral.
|
C. H. Suryanugraha, OSC
(seijin Aegidius Eko Aldilanto O. Carm.)
|