TPE IMAM 2020
PERSIAPAN
Menjelang perayaan Ekaristi seyogyanya diadakan persiapan dengan menciptakan suasana yang khidmat, baik oleh umat maupun oleh imam dan para pelayan.
RITUS PEMBUKA
Berdiri
Setelah umat berkumpul, imam bersama para pelayan berarak menuju altar, diiringi nyanyian Perarakan Masuk.
Dalam perayaan Ekaristi meriah, perarakan diatur sebagai berikut. Yang paling depan adalah pelayan yang membawa pedupaan yang mengepul. Kemudian, pelayan yang membawa salib perarakan yang diapit oleh pembawa lilin. Lalu, menyusul pdayan-pelayan lain. Di belakang mereka, diakon (D) atau lektor (L) yang membawa Evangeliarium (buku bacaan Injil) yang diangkat sedikit, dan paling belakang adalah imam (I).
Setelah tiba di depan altar, imam bersama para pelayan membungkuk khidmat (atau berlutut). Diakon / Lektor yang membawa Evangeliarium tidak ikut memberi penghormatan, tetapi langsung ke altar untuk menempatkan Evangeliarium di atas altar bagian tengah. Setelah membungkuk khidmat, para pelayan menuju ke tempat duduk, meletakkan salib dan lilin pada tempat yang telah disediakan, imam menuju altar, setelah ia mencium altar, bila perlu, ia mendupai salib dan altar. Lalu, imam ke kursi pemimpin, menghadap ke arah umat (U). Semua tetap berdiri.
Setelah nyanyian Perarakan Masuk berakhir, imam dan umat membuat tanda salib, sementara itu imam berkata:
I Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Amin.
Lalu imam, seraya merentangkan tangan, memberi salam
kepada umat, dengan berkata:
I Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
Atau
I Rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus, bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
atau
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
Khusus untuk uskup (Usk.) sebagai pengganti Tuhan bersamamu, pada salam pertama ini ia berkata:
Usk. Damai bagimu.
U Dan bersama rohmu.
PENGANTAR
Imam, atau diakon, atau seorang pelayan lain dapat mengarahkan umat beriman kepada Misa hari yang bersangkutan dengan kata-kata yang sangat singkat.
TOBAT (Cara 1)
Sesudah itu, menyusul Pernyataan Tobat. Untuk itu, imam mengajak umat beriman dengan berkata:
I Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, supaya kita layak merayakan misteri suci ini.
Hening sejenak. Sesudah itu, semua bersama-sama mengucapkan rumus pengakuan umum:
I-U Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian:
dan, sambil menebah dada sendiri, semua berkata:
saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Lalu dilanjutkan:
Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para Malaikat dan Orang Kudus dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.
Lalu menyusul absolusi oleh imam:
I Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
Tuhan Kasihanilah
I Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
I Kristus, kasihanilah kami.
U Kristus, kasihanilah kami.
I Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
TOBAT (Cara 2)
Imam mengajak umat untuk menyatakan tobat:
I Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, upaya kita layak merayakan misteri suci ini.
Hening sejenak.
lalu imam berkata:
I Tuhan, kasihanilah kami
U Sebab, kami telah berdosa terhadap Engkau
I Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada kami, Tuhan.
U Dan anugerahkanlah keselamatan-Mu kepada kami.
Lalu menyusul absolusi oleh imam:
I Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani klta, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
Madah Kemuliaan ………..
Atau: TOBAT (Cara 3)
Imam mengajak umat untuk menyatakan tobat:
I Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, supaya kita layak merayakan misteri suci ini.
Hening sejenak,
Lalu imam atau diakon atau pelayan Iain, membawakan seruan-seruan berikut ini atau yang Iain, diikuti seruan Tuhan, kasihanilah kami
I Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus untuk menyembuhkan orang yang remuk redam hatinya: Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
I Engkau datang untuk memanggil orang yang berdosa: Kristus, kasihanilah kami.
U Kristus, kasihanilah kami.
l Engkau duduk di sebelah kanan Bapa sebagai Pengantara kami: Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
Lalu menyusul absolusi oleh imam:
I Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
Madah Kemuliaan ………..
TOBAT Cara 4 [Peringatan Pembaptisan]
Pada Setiap perayaan Ekaristi hari Minggu/raya terutama pada Masa Paskah, Pernyataan Tobat 1, 2, 3 di atas boleh diganti dengan pemercikan dengan air suci sebagai peringatan akan pembabtisan.
|
Jika air sudah diberkati, gunakan rumus berikut ini.
I Saudara-Saudari, kita semua bersatu padu dalam iman akan Kristus yang kita ikrarkan ketika kita dibaptis.Oleh karena itu, marilah mengawali perayaan ini dengan mengenangkan saat pembaptisan kita masing-masing.
Imam memerciki diri sendiri dan pelayan altar, kemudian memerciki seluruh umat. Pemercikan ini dapat diiringi nyanyian yang sesuai. Selesai pemercikan. imam dan pelayan altar kembali ke panti imam. lalu berkata:
I Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
Sesudah absolusi. langsung menyusul Madah Kemuliaan.
|
Jika air belum diberkati, imam berdiri di depan tempat duduknya menghadap ke arah umat. Pelayan altar menyiapkan bejana berisi air dan alat pemercik di hadapan imam.
I Saudara-Saudari, kita semua bersatu dalam iman akan Kristus yang kita nyatakan dalam Sakramen Baptis. Marilah memohon, supaya Allah, Bapa kita, berkenan menguduskan air yang akan dipercikkan atas kita untuk mengenangkan pembaptisan kita. Semoga Allah menolong kita supaya kita tetap setia kepada Roh Kudus yang kita terima dalam pembaptisan.
Hening sejenak.
Pemberkatan Air
Kemudian menyusul Pemberkatan Air. Dengan tangan terulur di atas air, imam mengucapkan salah satu doa pemberkatan berikut (sesuai dengan masa liturgi yang berlangsung):
Berdiri
di Iuar Masa Paskah
|
I Allah yang Mahakuasa dan Kekal, Engkau menghendaki agar jiwa pun dibersihkan dan dianugerahi hidup ilahi berkat Curahan air, sumber kehidupan dan sarana penyucian. Kami mohon,+ kuduskanlah air ini, yang kami gunakan untuk meneguhkan penghayatan iman kami.
Tangan terkatup.
I Segarkanlah sumber kurnia-Mu dalam diri kami, supaya kami dapat menghadap Engkau dengan hati yang suci murni, dan menjadi layak memperoleh keselamatan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
|
Atau:
I Allah yang Mahakuasa, Engkaulah asal dan sumber hidup jiwa raga kami. Kami mohon, + kuduskanlah air ini supaya boleh kami gunakan sebagai ungkapan iman kami.
Tangan terkatup.
I Sudilah menganugerahkan pengampunan atas dosa kami, serta perlindungan terhadap segala penyakit dan godaan roh jahat. Demi kasih sayang-Mu, ya Allah,berilah agar dalam hati kami senantiasa mengalir air hidup yang menyelamatkan, supaya kami menghadap Engkau dengan hati yang suci murni, dan mengelakkan segala bahaya yang mengancam jiwa kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
|
Atau
I Bapa yang Mahakudus, Roh-Mu telah melayang-layang di atas air untuk menguduskannya, dan untuk menumbuhkan yang baik darinya. + Curahkanlah Roh-Mu ke atas air ini supaya air ini menjadi tanda kelahiran kami kepada kekudusan.
Tangan terkatup.
l Allah Bapa, seperti Engkau menumbuhkan segala yang hidup dengan air, demikian juga, tumbuhkanlah kami kepada kesucian dengan perantaraan air ini. Allah Putra, Engkau menumbuhkan hidup ilahi di dalam hati manusia. Segarkanlah rahmat-Mu itu dalam hati kami dengan perantaraan air ini. Allah Roh Kudus, Engkau menumbuhkan pertobatan dan pengudusan di dalam hati manusia Sucikanlah kami dari dosa dengan perantaraan air ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Seperti pada permulaan,sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
|
|
Pemberkatan Garam - fakultatif
Apabila -menurut adat kebiasaan setempat- dirasa baik bahwa air yang sudah diberkati tadi dicampur dengan garam (atau bahan Iain sesuai adat setempat), maka imam memberkati garam (atau bahan Iain tersebut) sebagai berikut:
I Allah yang Mahakuasa, Engkau menyuruh Nabi Elisa mencampurkan garam ke dalam air, supaya air itu memancarkan kesehatan dan kesuburan. Dengan rendah hati kami mohon, tunjukkanlah kasih sayang-Mu, dan berkatilah + garam ini, supaya siapa saja yang diperciki dengan air yang dicampuri garam ini diluputkan dari serangan setan dan diteguhkan oleh kehadiran Roh Kudus. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Lalu imam memasukkan garam ke dalam air yang sudah diberkati.
|
|
Imam memerciki diri sendiri dan pelayan altar. kemudian memerciki seluruh umat. Pemercikan ini dapat diiringi nyanyian yang sesuai. Selesai pemercikan. imam dan pelayan altar kembali ke panti imam lalu berkata:
I Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
Sesudah absolusi, langsung menyusul Madah Kemuliaan.
|
dalam Masa Paskah
I Allah yang Mahakuasa, dampingilah umat-Mu, dan + kuduskanlah air ini yang kami gunakan untuk memperingati karya penciptaan-Mu yang agung, dan karya penebusan-Mu yang lebih agung lagi.
Tangan terkatup.
I Engkau telah menciptakan air untuk menyuburkan ladang dan untuk menyegarkan serta membersihkan tubuh kami. Engkau telah menggunakan air untuk melaksanakan rencana keselamatan-Mu, sebab lewat air Laut Merah Engkau membebaskan umat terpilih dari perbudakan; dengan air pula Engkau menghapus dahaga mereka di padang gurun. Air telah dikuduskan oleh Kristus ketika Dia dibaptis di Sungai Yordan. Dan dengan air pula Engkau membarui hidup kami yang rapuh, yaitu dengan air baptis yang melahirkan hidup baru. Oleh karena itu, kami mohon: Semoga air ini mengingatkan kami akan pembaptisan yang telah kami terima. Semoga kami bersatu hati dan bergembira bersama saudara-saudari kami yang dibaptis di sekitar Hari Raya Paskah ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
|
Pemberkatan Garam - fakultatif
Apabila -menurut adat kebiasaan setempat- dirasa baik bahwa air yang sudah diberkati tadi dicampur dengan garam (atau bahan Iain sesuai adat setempat), maka imam memberkati garam (atau bahan Iain tersebut) sebagai berikut:
I Allah yang Mahakuasa, Engkau menyuruh Nabi Elisa mencampurkan garam ke dalam air, supaya air itu memancarkan kesehatan dan kesuburan. Dengan rendah hati kami mohon, tunjukkanlah kasih sayang-Mu, dan berkatilah + garam ini, supaya siapa saja yang diperciki dengan air yang dicampuri garam ini diluputkan dari serangan setan dan diteguhkan oleh kehadiran Roh Kudus. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Lalu imam memasukkan garam ke dalam air yang sudah diberkati.
|
|
Imam memerciki diri sendiri dan pelayan altar. kemudian memerciki seluruh umat. Pemercikan ini dapat diiringi nyanyian yang sesuai. Selesai pemercikan. imam dan pelayan altar kembali ke panti imam lalu berkata:
I Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
Sesudah absolusi, langsung menyusul Madah Kemuliaan.
|
Madah Kemuliaan
Madah Kemuliaan dinyanyikan atau diucapkan, sesuai dengan petunjuk, diangkat oleh imam atau solis atau koor, dilanjutkan umat bersama imam.
Kemuliaan kepada Allah di Surga,
dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. Kami memuji Dikau, kami meluhurkan Dikau, kami menyembah Dikau, kami memuliakan Dikau, kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar, ya Tuhan Allah, Raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang Tunggal, ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putra Bapa, Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami; Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. Karena hanya Engkaulah Kudus, hanya Engkaulah Tuhan, hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus, bersama dengan Roh Kudus: dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
Sesudah Madah Kemuliaan, imam berkata/bernyanyi dengan tangan terkatup:
I Marilah kita berdoa.
Semua bersama imam. berdoa sejenak dalam keheningan. Kemudian imam, dengan tangan terentang mengucapkan Doa Kolekta.
Bila Doa Kolekta diarahkan kepada Allah Bapa maka doa diakhiri sebagai berikut:
l Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U Amin.
Apabila Putra disebut pada akhir Doa Kolekta yang diarahkan kepada Allah Bapa, maka doa diakhiri sebagai berikut:
I Sebab, Dialah yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U Amin.
LITURGI SABDA
BACAAN PERTAMA
Duduk
Lalu lektor menuju ke mimbar, membaca Bacaan Pertama dan semua mendengarkannya sambil duduk.
Pada akhir bacaan, lektor berseru:
L Demikianlah Sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
Umat hening sejenak untuk meresapkan Sabda Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
Menyusul Mazmur Tanggapan. Umat melagukan/menyerukan ulangan, pemazmur melagukan/mendaraskan ayat-ayat sambil berdiri pada mimbar.
BACAAN KEDUA
Sesudah itu, jika ada Bacaan Kedua, lektor membacakannya dari mimbar. seperti di atas.
Pada akhir bacaan, lektor berseru:
L Demikianlah Sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
Umat hening sejenak untuk meresapkan Sabda Allah.
ALLELUYA/BAIT PENGANTAR INJIL
Menyusul Alleluya/ Bait Pengantar injil yang diangkat oleh solis atau kor. Umat berdiri. Dengan aklamasi ini, umat menyambut dan menyapa Tuhan yang siap bersabda. Kalau tidak dinyanyikan, Bait Pengantar Injil dapat ditiadakan. Sementara itu, kalau perlu, imam mengisi pedupaan. Sesudah itu, diakon, yang akan mewartakan Injil, membungkuk khidmat di hadapan imam, memohon berkat, dengan suara lembut, sambil berkata:
D Bapa, mohon berkat.
Imam dengan suara lembut berkata:
I Semoga Tuhan menyucikan hati dan mulut Saudara, supaya Saudara pantas dan sanggup mewartakan Injil-Nya: dalam nama Bapa dan Putra + dan Roh Kudus.
Diakon menandai dirinya dengan tanda salib dan menjawab:
D Amin.
Kalau tidak ada diakon, imam, sesudah mengisi pedupaan dan memberkatinya, imam menundukkan kepala dengan hormat ke hadapan altar dan berkata dalam hati:
I Allah yang Mahakuasa, bersihkanlah hati dan mulutku, supaya aku dapat mewartakan Injil Suci-Mu dengan pantas.
INJIL
Sesudah itu, diakon atau imam, menuju ke mimbar, bila perlu diringi oleh pelayan pendupaan dan pelayan lilin, dan berkata:
D/ I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
D / I Inilah Injil Suci menurut N.,
dan sementara itu, ia menandai buku dan dirinya pada dahi, mulut dan dada dengan tanda saiib
U Dimuliakanlah Tuhan.
Kemudian, diakon atau imam mendupai buku, bila ada pendupaan dan mewartakan Injil.
AKLAMASI SESUDAH INJIL
Sesudah membacakan Injil diakon, atau imam, berseru:
D / I Demikianlah Sabda Tuhan.
U Terpujilah Kristus.
Lalu ia mencium buku sambil berkata dalam hati:
D/ I Semoga karena pembacaan Injil, dosa-dosa kami dihapus.
Kalau perayaan Ekaristi dipimpin oleh uskup, maka sesudah aklamasi. diakon yang membacakan Injil mencium Evangeliarium atau membawa Evangeliarium kepada uskup untuk dicium sambil berkata: Semoga karena pembacaan Injil, dosa-dosa kami dihapus. Dalam perayaan meriah, kaiau dianggap baik, uskup memberkati umat dengan Evangeliarium. Sesudah itu diakon membawa ke meja samping atau tempal Iain yang anggun dan serasi.
HOMILI
Duduk
Kemudian homili dibawakan oleh imam atau diakon pada setiap hari Minggu dan hari Pesta; dianjurkan pula untuk hari-hari Iain. Sesudah homili, hening sejenak.
SYAHADAT
Berdiri
Sesudah homili. dinyanyikan atau diucapkan Syahadat atau Pengakuan lman:
Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah Benar dari Allah Benar. la dilahirkan, bukan dijadikan sehakikat dengan Bapa: segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. la turun dari Surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita.
Pada kata-kata berikut ini sampai pada menjadi manusia, semua membungkuk. pada Hari Raya Kabar Sukacita dan Hari Raya Natal atau semua berlutut.
la dikandung dari Roh Kudus dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia.
la pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus; la menderita sampai wafat dan dimakamkan, dan pada hari ketiga la bangkit menurut Kitab Suci, dan la naik ke Surga, duduk di sebelah kanan Bapa. la akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati, kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, la Tuhan yang menghidupkan; la berasal dari Bapa dan Putra. Yang serta Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan; la bersabda dengan perantaraan para nabi. Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Aku mengakui Satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat. Amin.
Sebagai pengganti Syahadat Nikea-Konstantinopel, terutama pada masa Prapaskah dan Masa Paskah, dapat dipakai Syahadat Pembaptisan Gereja Romawi seperti yang ditetapkan para Rasul.
Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang Tunggal, Tuhan kita,
Pada kata-kata berikut ini, sampai pada Perawan Maria semua membungkuk, pada Hari Raya Kabar Sukacita dan Hari Raya Natal semua berlutut.
yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke Surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa; dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.
DOA UMAT
Lalu Doa Universal atau Doa Umat Beriman. Dengan tangan terkatup, imam mengajak umat untuk memanjatkan Doa Umat, misamya sebagai berikut:
I Saudara-Saudari, marilah dengan segenap hati memanjatkan doa kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang dengan murah hati mendengarkan doa orang beriman.
Kemudian menyusul ujud-ujud yang dibawakan oleh diakon/solis/lektor/anggota jemaat dari mimbar atau tempat Iain yang cocok. Umat berdiri dan mengikuti doa ini. Pada akhir tiap-tiap ujud, diakon/solis/lektor/anggota jemaat berseru:
D / L Marilah kita mohon
U Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Atau:
U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Dalam perayaan meriah seluruh Doa Umat atau aklamasinya dapat dilagukan;
LITURGI EKARISTI
A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Duduk
Setelah itu, nyanyian Persiapan Persembahan dimulai. Sementara itu para pelayan meletakkan korporale. purifikatorium, piala, palla. dan buku Misa di atas altar.
Kemudian, wakil-wakil umat mengantar kepada imam bahan-bahan persembahan, yaitu roti dan anggur, untuk perayaan Ekaristi, atau juga pemberian lain. untuk memenuhi keperluan Gereja dan orang miskin.
Imam, berdiri di belakang altar, mengambil patena dengan roti di atasnya, lalu mengangkatnya sedikit sambil berkata dengan suara lembut. Bila tidak ada nyanyian. imam dapat mengucapkan rumus berikut dengan suara lantang:
l Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil bumi dan usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.
Lalu, imam meletakkan patena dengan roti di alas korporale.
jika nyanyian Persiapan Persembahan tidak ada, imam dapat mengucapkan doa ini dengan suara lantang; dan dapat diakhiri dengan seruan umat:
U Terpujilah Allah selama-lamanya.
Diakon atau imam menuangkan anggur dan sedikit air ke dalam piala, sambil berkata dalam hati:
D/ I Sebagaimana dilambangkan oleh percampuran air dan anggur ini, semoga kami layak mengambil bagian dalam keallahan Kristus, yang telah berkenan menjadi manusia seperti kami.
Sesudah itu, imam menerima piala, dan dengan kedua tangannya ia mengangkatnya sedikit di atas altar sambil berkata dengan suara lembut:
I Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah semesta alam sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil pokok anggur dan usaha manusia, yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.
Lalu, ia meletakkan piala di atas korporale.
Jika nyanyian Persiapan Persembahan tidak ada, imam dapat mengucapkan doa ini dengan suara lantang, dan dapat diakhiri dengan seruan umat:
U Terpujilah Allah selama-lamanya.
Sesudah itu, imam berkata dalam hati sambil membungkuk khidmat:
I Tuhan, dengan rendah hati dan jiwa yang menyesal, kami menghadap kepada-Mu; terimalah kami dan semoga persembahan yang kami siapkan hari ini berkenan pada-Mu.
Bila perlu, ia mendupai bahan persembahan, salib, dan altar. Sesudah itu, diakon atau pelayan lain mendupai imam dan umat.
Lalu, imam berdiri di sisi altar, membasuh tangan, seraya berkata dalam hati:
I Tuhan, basuhlah aku dari kesalahanku, dan sucikanlah aku dari dosaku.
Sesudah itu, ia berdiri di tengah altar menghadap umat, seraya merentangkan tangan lalu mengatupkannya kembali, ia berkata:
Berdiri
I Berdoalah, Saudara-Saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
U Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang Kudus.
Lalu, imam, dengan tangan terentang, mengucapkan Doa atas Persembahan, yang diakhiri dengan kata-kata sebagai berikut:
I Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Apabila Putra disebut pada akhir doa yang diarahkan kepada Bapa:
I Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U Amin.
B. DOA SYUKUR AGUNG
Berdiri
Dialog Pembuka
Imam atau pelayan Iain dapat mengumumkan kepada umat teks Doa Syukur Agung yang akan digunakan. Putra/i altar membunyikan bel/gong sebagai tanda dimulainya Doa Syukur Agung. Kemudian imam memulai Doa Syukur Agung. Imam, dengan tangan terentang berkata:
Nada pembuka prefasi sederhana dan meriah, lihat lampiran hlm. 316 (TPE).
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
Dengan mengangkat tangan, imam melanjutkan:
I Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
U Sudah kami arahkan.
Dengan merentangkan tangan, imam meneruskan:
I Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita.
U Sudah layak dan sepantasnya.
Prefasí
Imam melanjutkan Prefasi dengan tangan terentang.
PREFASI I ARWAH
Harapan Akan Kebangkitan dalam Kristus
khusus Prefasi ini diucapkan dalam Mlsa Arwah.
Sungguh pantas dan benar, layak dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang Kudus, Allah yang Mahakuasa dan Kekal, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Dalam Dia terbitlah bagi kami, harapan akan kebangkitan mulia, supaya orang-orang yang berduka karena kematian yang tak terhindarkan, dapat terhibur oleh janji hidup abadi yang akan datang. Sebab, bagi mereka yang mengimani Engkau, Tuhan, hidup diubah, bukan dilenyapkan, dan bila rumah kediaman di dunia ini telah hancur, tersedialah tempat kediaman kekal dalam Surga. Sebab itu, bersama para Malaikat dan Malaikat Agung, bersama Singgasana dan Kekuasaan, serta seluruh laskar surgawi, kami melagukan madah kemuliaan bagi-Mu,
Pada akhir Prefasi, ia mengatupkan tangan dan bersama umat menutup Prefasi itu dengan menyanyi atau dengan suara lantang berkata:
Kudus
I+U Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di Surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di Surga.
DOA SYUKUR AGUNG I
(Kanon Romawi)
Imam (selebran utama), sambil merentangkan tangan, berkata:
I Maka, Engkau Bapa yang penuh belas kasih, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, kami menyampaikan doa dan memohon,
ia mengatupkan tangan dan berkata:
sudilah menerima
la membuat Satu kali tanda secara serentak di atas roti dan piala, sambil berkata:
dan memberkati + pemberian ini, persembahan ini, kurban kudus yang tak bernoda ini,
dengan tangan terentang, la melanjutkan:
yang kami persembahkan kepada-Mu pertama-tama untuk Gereja-Mu yang kudus dan katolik. Semoga Engkau berkenan memberinya damai, melindungi, menghimpun, dan membimbingnya di seluruh muka bumi, bersama hamba-Mu: Paus kami, N., dan Uskup kami N.*, dan para penjaga iman yang benar, katolik, dan apostolik.
* Di sini dapat disebut Uskup Kuajutor dan Uskup Pembantu, seperti tercatat dalam Pedoman Umum Misale Romawi, no. 149.
(Satu dari konselebran) Kenangan untuk orang hidup:
Ingatlah, Tuhan, akan hamba-hamba-Mu, N. dan N.
Ia mengatupkan tangan dan berdoa sejenak untuk orang-orang yang hendak ia doakan. Kemudian, dengan tangan terentang, ia melanjutkan
dan akan semua orang yang berhimpun di sini, yang imannya kepada-Mu Engkau kenal dan baktinya Engkau maklumi. Bagi mereka, kami bawa persembahan kepada-Mu. Ingatlah juga akan mereka yang mempersembahkan kepada-Mu kurban pujian ini, bagi dirinya sendiri dan bagi kaum kerabatnya: untuk penebusan jiwa mereka, untuk keselamatan dan kesejahteraan, yang mereka harapkan dari-Mu, Allah yang Kekal, Hidup, dan Benar.
(Konselebran Iain) Doa Pilihan (Communicantes)
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria yang mulia dan tetap Perawan, Bunda Yesus Kristus Allah dan Tuhan kami: dan Santo Yosef, mempelainya, serta para Rasul dan para Martir-Mu yang berbahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus, Yohanes, Thomas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Matius, Simon dan Tadeus; Linus, Kletus, Klemens, Sixtus, Kornelius, Siprianus, Laurentius, Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu; atas jasa dan doa mereka, semoga Engkau berkenan melindungi dan menolong kami dalam segala hal. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
|
“DALAM PERSATUAN" (Communicantes) KHUSUS
Pada Natal dan Selama Oktaf
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami merayakan malam/hari yang amat suci, saat Santa Maria, Perawan Tanpa Noda, melahirkan Penyelamat bagi dunia. Kami juga mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria yang mulia dan tetap Perawan, Bunda Yesus Kristus Allah dan Tuhan kami: dan Santo Yosef, mempelainya, serta para Rasul dan para Martir-Mu yang berbahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus, Yohanes, Thomas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Matius, Simon dan Tadeus; Linus, Kletus, Klemens, Sixtus, Kornelius, Siprianus, Laurentius, Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu; atas jasa dan doa mereka, semoga Engkau berkenan melindungi dan menolong kami dalam segala hal. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
Pada Penampakan Tuhan
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami merayakan hari yang amat suci, saat Putra-Mu yang Tunggal, yang sama dengan Dikau dalam kemuliaan abadi, menampakkan diri secara nyata sebagai manusia sama seperti kami. Kami juga mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria yang mulia dan tetap Perawan, Bunda Yesus Kristus Allah dan Tuhan kami: dan Santo Yosef, mempelainya, serta para Rasul dan para Martir-Mu yang berbahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus, Yohanes, Thomas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Matius, Simon dan Tadeus; Linus, Kletus, Klemens, Sixtus, Kornelius, Siprianus, Laurentius, Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu; atas jasa dan doa mereka, semoga Engkau berkenan melindungi dan menolong kami dalam segala hal. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
Hari Kamis pada Perjamuan Tuhan
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami merayakan hari yang amat suci, saat Tuhan Yesus Kristus diserahkan bagi kami. Kami juga mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria yang mulia dan tetap Perawan, Bunda Yesus Kristus Allah dan Tuhan kami: dan Santo Yosef, mempelainya, serta para Rasul dan para Martir-Mu yang berbahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus, Yohanes, Thomas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Matius, Simon dan Tadeus; Linus, Kletus, Klemens, Sixtus, Kornelius, Siprianus, Laurentius, Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu; atas jasa dan doa mereka, semoga Engkau berkenan melindungi dan menolong kami dalam segala hal. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
Dari Misa Malam Paskah sampai Minggu II Paskah
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami merayakan malam/hari yang amat suci, saat Tuhan kami Yesus Kristus sebagai manusia bangkit. Kami juga mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria yang mulia dan tetap Perawan, Bunda Yesus Kristus Allah dan Tuhan kami: dan Santo Yosef, mempelainya, serta para Rasul dan para Martir-Mu yang berbahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus, Yohanes, Thomas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Matius, Simon dan Tadeus; Linus, Kletus, Klemens, Sixtus, Kornelius, Siprianus, Laurentius, Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu; atas jasa dan doa mereka, semoga Engkau berkenan melindungi dan menolong kami dalam segala hal. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
Pada Kenaikan Tuhan
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami merayakan hari yang amat suci, saat Tuhan kami, Putra Tunggal-Mu, menyatukan kodrat kami yang rapuh dengan diri-Nya dan mengangkatnya ke dalam kemuliaan di sisi kanan-Mu. Kami juga mengenang dan menghormati: terutama Santa María yang mulia dan tetap Perawan, Bunda Yesus Kristus Allah dan Tuhan kami: dan Santo Yosef, mempelainya, serta para Rasul dan para Martir-Mu yang berbahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus, Yohanes, Thomas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Matius, Simon dan Tadeus; Linus, Kletus, Klemens, Sixtus, Kornelius, Siprianus, Laurentius, Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu; atas jasa dan doa mereka, semoga Engkau berkenan melindungi dan menolong kami dalam segala hal. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
Pada Minggu Pentakosta
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami merayakan hari Pentakosta yang amat suci, saat Roh Kudus menampakkan diri dalam rupa lidah api kepada para Rasul. Kami juga mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria yang mulia dan tetap Perawan, Bunda Yesus Kristus Allah dan Tuhan kami: dan Santo Yosef, mempelainya, serta para Rasul dan para Martir-Mu yang berbahagia, Petrus dan Paulus, Andreas, (Yakobus, Yohanes, Thomas, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Matius, Simon dan Tadeus; Linus, Kletus, Klemens, Sixtus, Kornelius, Siprianus, Laurentius, Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu; atas jasa dan doa mereka, semoga Engkau berkenan melindungi dan menolong kami dalam segala hal. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
|
(Selebran utama) Dengan tangan terentang, ia melanjutkan [Hanc Igitur]
Maka, sudilah Engkau menerima persembahan pengabdian kami, dan semua keluarga-Mu, kami mohon, Tuhan: bimbinglah juga hidup kami sehari-hari dalam damai-Mu, luputkanlah pula kami dari hukuman abadi, dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu.
la mengatupkan tangan.
(Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
|
Hanc Igitur Khusus
Hari Kamis pada Perjamuan Tuhan
(Selebran utama) Dengan tangan terentang, ia melanjutkan:
Maka, sudilah Engkau menerima persembahan pengabdian kami, dan semua keluarga-Mu, yang kami persembahkan kepada-Mu pada hari ini, saat Tuhan kami Yesus Kristus menyerahkan kepada murid-murid-Nya misteri Tubuh dan Darah-Nya untuk dirayakan. Kami mohon, Tuhan: bimbinglah juga hidup kami sehari-hari dalam damai-Mu, luputkanlah pula kami dari hukuman abadi, dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu.
Ia mengatupkan tangan.
(Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
Dari Malam Paskah sampai Minggu Paskah II
(Selebran utama) Dengan tangan terentang, ia melanjutkan:
Maka, sudilah Engkau menerima persembahan pengabdian kami, dan semua keluarga-Mu, yang kami sampaikan kepada-Mu, juga bagi mereka yang Engkau lahirkan kembali dari air dan Roh Kudus seraya menganugerahkan kepada mereka pengampunan segala dosa. Kami mohon, Tuhan: bimbinglah juga hidup kami sehari-hari dalam damai-Mu, luputkanlah pula kami dari hukuman abadi, dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu.
Ia mengatupkan tangan.
(Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
|
Sambil mengulurkan tangan atas persembahan, ia (bersama semua konselebran) berkata:
Allah, kami mohon, sudilah memberkati dan menerima persembahan iní sebagai kurban yang pantas, yang sempurna, yang benar, dan yang berkenan pada-Mu: agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus.
Ia mengatupkan tangan. Dalam rumusan berikut, kata-kata Tuhan diucapkan dengan cermat dan jelas sesuai tuntutan hakikat kata-kata tersebut: [Qui Pridie]
|
Pada hari sebelum menderita
|
Hari Kamis pada Perjamuan Tuhan
Pada hari ini, sehari sebelum menderita, demi keselamatan kami dan semua orang,
|
ia mengambil roti, dan sambil memegang, mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
Dia mengambil roti dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia,
ia menengadah
dan dengan menengadah ke langit kepada-Mu, Allah Bapa-Nya yang Mahakuasa, sambil mengucap syukur kepada-Mu, Dia memberkati, memecah-mecahkan, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
ia membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA; INILAH TUBUHKU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.
Accípite et manducáte ex hoc omnes: hoc est enim Corpus meum, quod pro vobis tradétur
Take This, all of you, and eat of it, for This is my Body, which will Be given up for you.
Ia memperlihatkan Hosti yang sudah dikonsekrasikan kepada umat. meletakkan kembali di atas patena, kemudian berlutut menyembah. Dalam Misa konselebrasi, waktu Hosti Suci diperlihatkan, para konselebran memandang-Nya, kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormati-Nya dengan membungkuk khidmat.
Sesudah itu, ia melanjutkan:
Demikian pula, sesudah perjamuan,
ia mengambil piala, dan sambil mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
Dia mengambil piala yang luhur ini dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia, sekali lagi sambil mengucap syukur kepada-Mu Dia memberkati, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
ia membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA; INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA (BANYAK) ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
Accípite et bíbite ex eo omnes: hic est enim calix Sánguinis mei novi et ætérni testaménti, qui pro vobis et pro multis effundétur in remissiónem peccatórum. Hoc fácite in meam commemoratiónem.
Take This, all of you, and drink from it, for this is The chalice of my Blood, the Blood of the new and eternal covenant, which will Be poured out for you and for many for the forgiveness of sins. Do this in memory of me.
ia memperlihatkan piala kepada umat, lalu meletakkan di atas korporale, dan berlutut menyembah. Dalam Misa Konselebrasi, waktu piala dipelihatkan, para konselebran memandangnya kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormatinya dengan membungkuk khidmat.
Lalu ia berkata:
(1)
I Marilah menyatakan misteri iman kita.
U Wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan, kebangkitan-Mu kami muliakan, hingga Engkau datang.
(2)
I Marilah mewartakan misteri iman kita.
U Setiap kali kami makan roti ini dan minum Dari piala ini, wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan hingga Engkau datang.
(3)
I Agunglah misteri iman kita.
U Penyelamat dunia, selamatkanlah kami,karena melalui salib dan kebangkitan-Mu,
Engkau telah membebaskan kami.
Lalu dengan tangan terentang, Imam (bersama semua konselebran) berkata:
I Maka, Tuhan, kami, hamba-Mu, dan juga umat-Mu yang kudus, mengenangkan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, penderitaan-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan juga kenaikan-Nya yang mulia ke Surga. Demi keagungan-Mu yang luhur, kami mempersembahkan dari anugerah dan pemberian-Mu kurban murni, kurban kudus, kurban tak bernoda, Roti Kudus kehidupan abadi dan Piala keselamatan kekal.
Sudilah memandang persembahan ini dengan hati yang rela dan wajah berseri, dan sudilah menerimanya seperti Engkau berkenan menerima persembahan hamba-Mu, Habel, dan kurban leluhur kami, Abraham, dan persembahan suci, kurban tak bernoda yang dipersembahkan kepada-Mu oleh Melkisedek, Imam Agung-Mu.
ia mengatupkan tangan, dan sambil membungkuk melanjutkan:
Kami mohon kepada-Mu, Allah Mahakuasa: utuslah Malaikat-Mu yang kudus membawa persembahan ini dengan tangannya ke altar-Mu yang luhur, ke hadapan keagungan ilahi-Mu, agar semua yang mengambil bagian dari altar ini, dengan menyambut Tubuh dan Darah Tersuci Putra-Mu,
ia kembali tegak dan membuat tanda pada dirinya sambil berkata:
dipenuhi dengan segala berkat dan rahmat surgawi. ia mengatupkan tangan. (Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
(Satu dari konselebran) Dengan tangan terentang, ia berkata:
Ingatlah juga, Tuhan, hamba-hamba-Mu, N. dan N., yang telah mendahului kami dengan meterai iman, dan beristirahat dalam damai.
la mengatupkan tangan dan berdoa sejenak untuk para arwah yang hendak didoakan. Lalu dengan tangan terentang, ia melanjutkan:
Kami mohon, Tuhan, supaya Engkau menganugerahkan tempat yang nyaman, terang, dan damai, kepada mereka dan semua orang yang beristirahat dalam Kristus.
ia mengatupkan tangan.
(Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.)
(Konselebran lain) la menebah dada dengan tangan kanan, sambil berkata:
Juga bagi kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa,
dan dengan tangan terentang, ia melanjutkan:
yang berharap atas kerahiman-Mu yang melimpah, semoga Engkau perkenankan mengambil bagian dalam persekutuan dengan para Rasul dan para Martir-Mu yang kudus: dengan Yohanes, Stefanus, Matias, Barnabas, (Ignasius, Aleksander, Marselinus, Petrus, Felisitas, Perpetua, Agata, Lusia, Agnes, Sesilia, Anastasia,) dan semua Orang Kudus-Mu: perkenankanlah kami menikmati kebahagiaan bersama mereka, bukan karena jasa-jasa kami, tetapi karena kelimpahan pengampunan-Mu.
ia mengatupkan tangan.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Dan ia melanjutkan:
Dengan pengantaraan Dia, Tuhan, Engkau senantiasa menciptakan, menguduskan, menghidupkan, memberkati dan menganugerahkan segala hal yang baik kepada kami.
ia mengambil patena dengan Hosti dan piala. dan seraya mengangkat keduanya, ia (bersama semua konselebran) berkata:
I Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
U Amin.
DOA SYUKUR AGUNG II
Meskipun telah dilengkapi dengan prefasi yang sesuai. Doa Syukur agung ini boleh juga menggunakan prefasi-prefasi Iain, khususnya yang menampilkan secara ringkas misteri keselamatan. Misalnya prefasi prefasi umum.
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
I Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
U Sudah kami arahkan.
I Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U Sudah layak dan sepantasnya.
I Sungguh pantas dan benar, layak dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Bapa yang Kudus, dengan pengantaraan Putra-Mu yang terkasih, Yesus Kristus, Sabda-Mu, melalui Dia Engkau menjadikan segala sesuatu: Dialah yang Engkau utus kepada kami sebagai juru Selamat dan Penebus, yang menjadi manusia dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan. Seraya melaksanakan kehendak-Mu dan memperoleh umat yang kudus bagi-Mu Dia merentangkan tangan ketika menderita untuk melepaskan belenggu maut dan menyatakan kebangkitan. Sebab itu, bersama para Malaikat dan semua Orang Kudus, kami memaklumkan kemuliaan-Mu dengan satu suara berseru:
l+U Kudus, kudus, kuduslah Tuhan.Allah Segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di Surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di Surga.
Imam (selebran utama). dengan tangan terentang, berkata:
I Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, sumber segala kekudusan.
ia mengatupkan tangan, lalu sambil mengulurkan tangan di atas bahan persembahan, (bersama semua konselebran) berkata:
Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh-Mu,
ia mengatupkan tangan lalu membuat satu kali tanda secara serentak di atas roti dan piala sambil berkata:
agar bagi kami menjadi Tubuh dan + Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
ia mengatupkan tangan.
Dalam rumusan berikut, kata-kata Tuhan diucapkan dengan cermat dan jelas sesuai tuntutan hakíkat kata-kata tersebut:
Ketika Dia diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela,
ia mengambil roti, dan sambil memegang, mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
Dia mengambil roti, dan sambil mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
ia membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA; INILAH TUBUHKU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.
Accípite et manducáte ex hoc omnes: hoc est enim Corpus meum, quod pro vobis tradétur
Take This, all of you, and eat of it, for This is my Body, which will Be given up for you.
Ia memperlihatkan Hosti yang sudah dikonsekrasikan kepada umat. meletakkan kembali di atas patena, kemudian berlutut menyembah. Dalam Misa konselebrasi, waktu Hosti Suci diperlihatkan, para konselebran memandang-Nya, kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormati-Nya dengan membungkuk khidmat.
Sesudah itu, ia melanjutkan:
Demikian pula, sesudah perjamuan,
la mengambil piala, dan sambil mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
Dia mengambil piala, sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu, memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
ia membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA; INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA (BANYAK) ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
Accípite et bíbite ex eo omnes: hic est enim calix Sánguinis mei novi et ætérni testaménti, qui pro vobis et pro multis effundétur in remissiónem peccatórum. Hoc fácite in meam commemoratiónem.
Take This, all of you, and drink from it, for this is The chalice of my Blood, the Blood of the new and eternal covenant, which will Be poured out for you and for many for the forgiveness of sins. Do this in memory of me.
ia memperlihatkan piala kepada umat, lalu meletakkan di atas korporale, dan berlutut menyembah. Dalam Misa Konselebrasi, waktu piala dipelihatkan, para konselebran memandangnya kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormatinya dengan membungkuk khidmat.
Lalu ia berkata:
(1)
I Marilah menyatakan misteri iman kita.
U Wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan, kebangkitan-Mu kami muliakan, hingga Engkau datang.
(2)
I Marilah mewartakan misteri iman kita.
U Setiap kali kami makan roti ini dan minum Dari piala ini, wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan hingga Engkau datang.
(3)
I Agunglah misteri iman kita.
U Penyelamat dunia, selamatkanlah kami,karena melalui salib dan kebangkitan-Mu, Engkau telah membebaskan kami.
Lalu, dengan tangan terentang, imam (bersama semua konselebran) berkata:
I Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.
(Satu dari konselebran)
Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami, N., dan Uskup kami, N.,* serta semua rohaniwan.
* Di sini dapat disebut Uskup Kuajutor dan Uskup Pembantu, seperti tercatat dalam Pedoman Umum Misale Romawi, no. 149.
(Konselebran Iain)
|
Dalam Misa Arwah dapat ditambahkan:
Ingatlah akan hamba-Mu (hamba-hamba-Mu), N., yang (hari ini/telah) Engkau panggil dari dunia ini ke hadirat-Mu. Perkenankanlah ia (mereka) yang menjadi satu dengan Putra-Mu dalam kematian juga menjadi serupa dengan Dia dalam kebangkitan.
|
Ingatlah juga akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Santo Yosef, mempelainya, para Rasul dan semua Orang Kudus, sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu. Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau,
ia mengatupkan tangan
dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu
ia mengambil patena dengan Hosti dan piala. dan seraya mengangkat keduanya, ia (bersama semua konselebran) berkata:
I Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
U Amin.
DOA SYUKUR AGUNG III
Imam (selebran utama), dengan tangan terentang, berkata:
I Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, segala makhluk ciptaan-Mu patut memuji Engkau, sebab dengan pengantaraan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, dan dengan daya kekuatan Roh Kudus, Engkau menghidupkan dan menguduskan segala sesuatu, dan Engkau tak henti-hentinya menghimpun umat bagi-Mu, sehingga dari terbit matahari sampai terbenamnya kurban yang murni dipersembahkan bagi nama-Mu.
ia mengatupkan tangan, lalu sambil mengulurkan tangan di atas persembahan, (bersama semua konselebran) berkata:
Maka, kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Tuhan, supaya Engkau berkenan menguduskan dengan Roh-Mu, persembahan ini yang kami bawa kepada-Mu,
ia mengatupkan tangan lalu membuat satu kali tanda secara serentak atas atas roti dan piala sambil berkata:
agar menjadi Tubuh dan + Darah Putra-Mu Tuhan kami, Yesus Kristus,
ia mengatupkan tangan
yang menghendaki kami merayakan misteri ini.
Dalam rumusan berikut, kata-kata Tuhan diucapkan dengan cermat dan jelas sesuai tuntutan hakíkat kata-kata tersebut:
Sebab pada malam Dia dikhianati,
ia mengambií roti, dan sambil memegang, mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
Dia mengambil roti dan sambil mengucap syukur kepada-Mu, Dia mengucap berkat, memecah-mecahkan, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
ia membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA; INILAH TUBUHKU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.
Accípite et manducáte ex hoc omnes: hoc est enim Corpus meum, quod pro vobis tradétur
Take This, all of you, and eat of it, for This is my Body, which will Be given up for you.
Ia memperlihatkan Hosti yang sudah dikonsekrasikan kepada umat. meletakkan kembali di atas patena, kemudian berlutut menyembah. Dalam Misa konselebrasi, waktu Hosti Suci diperlihatkan, para konselebran memandang-Nya, kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormati-Nya dengan membungkuk khidmat.
Sesudah itu, ia melanjutkan:
Demikian pula, sesudah perjamuan,
ia mengambil piala, dan sambil mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
Dia mengambil piala, dan sambil mengucap syukur kepada-Mu, Dia memberkati, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
ia membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA; INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA (BANYAK) ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
Accípite et bíbite ex eo omnes: hic est enim calix Sánguinis mei novi et ætérni testaménti, qui pro vobis et pro multis effundétur in remissiónem peccatórum. Hoc fácite in meam commemoratiónem.
Take This, all of you, and drink from it, for this is The chalice of my Blood, the Blood of the new and eternal covenant, which will Be poured out for you and for many for the forgiveness of sins. Do this in memory of me.
ia memperlihatkan piala kepada umat, lalu meletakkan di atas korporale, dan berlutut menyembah. Dalam Misa Konselebrasi, waktu piala dipelihatkan, para konselebran memandangnya kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormatinya dengan membungkuk khidmat.
Lalu ia berkata:
(1)
I Marilah menyatakan misteri iman kita.
U Wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan, kebangkitan-Mu kami muliakan, hingga Engkau datang.
(2)
I Marilah mewartakan misteri iman kita.
U Setiap kali kami makan roti ini dan minum Dari piala ini, wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan hingga Engkau datang.
(3)
I Agunglah misteri iman kita.
U Penyelamat dunia, selamatkanlah kami,karena melalui salib dan kebangkitan-Mu,
Engkau telah membebaskan kami.
Lalu dengan tangan terentang, imam (bersama semua konselebran) berkata:
I Maka, Tuhan, sambil mengenangkan sengsara Putra-Mu yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya yang mengagumkan, dan kenaikan-Nya ke Surga, sambil mengharapkan kedatangan-Nya kembali, kami mempersembahkan kepada-Mu kurban yang hidup dan kudus ini seraya mengucap syukur.
Kami mohon, pandanglah persembahan Gereja-Mu dan indahkanlah Korban yang telah mendamaikan kami dengan Dikau, perkenankanlah, agar kami dipulihkan dengan Tubuh dan Darah Putra-Mu, dipenuhi dengan Roh Kudus-Nya, dijadikan satu tubuh dan satu roh dalam Kristus.
(Satu dari konselebran)
I Semoga kami disempurnakan oleh-Nya menjadi persembahan abadi bagi-Mu, agar kami pantas mewarisi kebahagiaan surgawi, bersama para pilihan-Mu, terutama bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Santo Yosef, mempelainya, para Rasul-Mu yang kudus dan para Martir-Mu yang jaya, (bersama Santo/a N. hari ybs atau Santo/a pelindung) dan semua Orang Kudus, yang melalui doa-doa mereka di hadapan-Mu, senantiasa menolong kami.
(Konselebran Iain)
I Kami mohon, Tuhan, semoga Korban yang mendamaikan ini, menghasilkan damai dan keselamatan seluruh dunia. Semoga Engkau berkenan memperkuat Gereja-Mu yang sedang berziarah di bumi ini dalam iman dan cinta kasih bersama hamba-Mu, Paus kami, N., Uskup kami, N.*, bersama semua uskup dan semua rohaniwan serta seluruh umat kesayangan-Mu.
* Di sini dapat disebut Uskup Kuajutor dan Uskup Pembantu, seperti tercatat dalam Pedoman Umum Misale Romawi, no. 149.
Dengarkanlah dengan rela doa-doa umat-Mu yang Engkau perkenankan berhimpun di sini. Bapa yang Maharahim, persatukanlah bagi-Mu semua anak-Mu di mana pun mereka berada dengan belas kasih.
|
Terimalah dengan rela ke dalam kerajaan-Mu
saudara-saudari kami yang telah meninggal
dan semua orang yang berkenan pada-Mu,
yang telah beralih dari dunia ini; kami berharap di sanalah mereka menikmati kepenuhan kemuliaan-Mu selamanya,
ia mengatupkan tangan
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, melalui Dia
Engkau melimpahkan segala kebaikan kepada dunia.
|
Apabila Doa Syukur Agung ini digunakan dalam Misa Arwah, yang berikut ini dapat diucapkan:
Ingatlah akan hamba-Mu (hamba-hamba-Mu) N., yang (hari ini) telah Engkau panggil dari dunia ini ke hadapan-Mu. Perkenankanlah dia (mereka) yang serupa dengan Putra-Mu dalam kematian dapat menjadi satu dengan Dia dalam kebangkitan-Nya ketika Dia akan membangkitkan orang mati dan mengubah badan yang fana menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.
Sudilah pula menerima dengan rela ke dalam kerajaan-Mu saudara-saudari kami yang telah meninggal dan semua orang yang berkenan pada-Mu, yang telah beralih dari dunia ini. Kami berharap di sanalah mereka menikmati kepenuhan kemuliaan-Mu selamanya, ketika Engkau menghapus setiap tetes air mata kami. Sebab, dengan memandang Engkau, Allah kami, sebagaimana Engkau ada, kami akan serupa dengan Dikau sepanjang masa dan memuji Engkau tiada henti,
ia mengatupkan tangan
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, melalui Dia Engkau melimpahkan segala kebaikan
kepada dunia.
|
ia mengambil patena dengan Hosti dan piala. dan seraya mengangkat keduanya, ia (bersama semua konselebran) berkata:
I Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
U Amin.
DOA SYUKUR AGUNG IV
Prefasi Doa Syukur Agung ini tidak boleh diganti karena struktur doanya menunjukkan ringkasan dari sejarah keselamatan.
Imam, dengan tangan terentang berkata:
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
Dengan mengangkat tangan, imam melanjutkan:
I Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
U Sudah kami arahkan.
Dengan merentangkan tangan, imam meneruskan:
I Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita.
U Sudah layak dan sepantasnya.
Sungguh pantaslah bersyukur kepada-Mu, sungguh benarlah memuliakan Dikau, Bapa yang Kudus, sebab Engkaulah Allah satu-satunya yang hidup dan benar; sebelum segala abad dan untuk selamanya Engkau tetap ada, dengan mendiami cahaya yang tak terhampiri; Engkau Satu-satunya yang baik dan sumber kehidupan, telah menjadikan segala yang ada, sehingga Engkau berkenan melimpahi ciptaan-Mu dengan berkat, dan menggembirakan semua orang dengan kemuliaan cahaya-Mu. Sebab itu, di hadirat-Mu berdirilah rombongan Malaikat yang tak terbilang jumlahnya, yang siang-malam melayani Engkau
dan sambil memandang kemuliaan wajah-Mu, tak henti-hentmya memuliakan Dikau. Bersama mereka, kami dan juga semua ciptaan di bawah langit, memuliakan nama-Mu dengan bersorak-sorai, sambil berseru:
I+U Kudus, kudus, kuduslah Tuhan. Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di Surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di Surga.
(selebran utama), sambil merentangkan tangan, berkata:
I Kami memuji Engkau, Bapa yang Kudus, sebab agunglah Engkau, dan segala karya-Mu Engkau laksanakan dengan penuh kebijaksanaan serta cinta kasih. Engkau menciptakan manusia menurut citra-Mu dan mempercayakan kepadanya pemeliharaan alam semesta, supaya ia menguasai segala ciptaan dan berbakti kepada-Mu, satu-satunya Pencipta.
Meskipun manusia kehilangan persahabatan dengan Dikau karena tidak setia, Engkau tidak membiarkan dia Merana di bawah kuasa maut. Dengan penuh belas kasih, Engkau menolong semua orang untuk mencari dan menemukan Engkau kembali. Begitu pula, berulangkali Engkau menawarkan perjanjian bagi mereka dan melalui para nabi, Engkau mengajar mereka tentang pengharapan akan keselamatan.
Bapa yang Kudus, demikian besar kasih-Mu terhadap dunia, sehmgga ketika sudah genap waktunya, Engkau mengutus Putra-Mu yang Tunggal menjadi Juru Selamat bagi kami. Dia menjadi manusia dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, dan hidup sama seperti kami dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa; Dia Mewartakan keselamatan bagi orang miskin, penebusan bagi para tawanan, dan penghiburan bagi yang bersedih hati. Bahkan, untuk menggenapi rencana penyelamatan-Mu, Dia menyerahkan diri-Nya sendiri kepada kematian; namun, dengan bangkit dari kematian, Dia menghancurkan kematian dan membangun kembali kehidupan.
Supaya kami tidak lagi hidup bagi diri sendiri, melainkan bagi Dia yang telah wafat dan bangkit bagi kami, Dia mengutus Roh Kudus dari-Mu, Bapa, sebagai anugerah pertama bagi kaum beriman, sehingga dengan melaksanakan karya-Nya di dunia, Dia menyempurnakan seluruh pengudusan.
la mengatupkan tangan, lalu sambil mengulurkan tangan di atas persembahan, (bersama semua konselebran) berkata:
Maka kami mohon, Tuhan, semoga Roh Kudus yang sama berkenan menguduskan persembahan ini
ia mengatupkan tangan lalu membuat satu kali tanda secara serentak di atas roti dan piala, sambil berkata:
agar menjadi Tubuh dan + Darah Tuhan kami, Yesus Kristus,
ia mengatupkan tangan
untuk perayaan mistei agung ini yang Dia wariskan sendiri kepada kami sebagaí perjanjian abadi.
Dalam rumusan berikut, kata-kata Tuhan diucapkan dengan cermat dan jelas sesuai tuntutan hakíkat kata-kata tersebut:
Oleh karena itu, Bapa yang Kudus, ketika telah tiba saatnya, Engkau memuliakan Dia, sebagaimana Dia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya yang ada di dunia, demikian pula Dia mengasihi mereka sampai sehabis-habisnya: dan ketika bersantap bersama mereka
ia mengambii roti, dan sambil mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
Dia mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkan, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
ia membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA; INILAH TUBUHKU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.
Accípite et manducáte ex hoc omnes: hoc est enim Corpus meum, quod pro vobis tradétur
Take This, all of you, and eat of it, for This is my Body, which will Be given up for you.
Ia memperlihatkan Hosti yang sudah dikonsekrasikan kepada umat. meletakkan kembali di atas patena, kemudian berlutut menyembah. Dalam Misa konselebrasi, waktu Hosti Suci diperlihatkan, para konselebran memandang-Nya, kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormati-Nya dengan membungkuk khidmat.
Sesudah itu, ia melanjutkan:
Demikian pula,
la mengambil piala, dan sambil memegang, mengangkatnya sedikit di atas altar, ia melanjutkan:
sambil mengambil piala yang berisi anggur, Dia mengucap syukur, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
la membungkuk sedikit
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA; INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA (BANYAK) ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
Accípite et bíbite ex eo omnes: hic est enim calix Sánguinis mei novi et ætérni testaménti, qui pro vobis et pro multis effundétur in remissiónem peccatórum. Hoc fácite in meam commemoratiónem.
Take This, all of you, and drink from it, for this is The chalice of my Blood, the Blood of the new and eternal covenant, which will Be poured out for you and for many for the forgiveness of sins. Do this in memory of me.
ia memperlihatkan piala kepada umat, lalu meletakkan di atas korporale, dan berlutut menyembah. Dalam Misa Konselebrasi, waktu piala dipelihatkan, para konselebran memandangnya kemudian --waktu selebran utama berlutut-- para konselebran menghormatinya dengan membungkuk khidmat.
Lalu ia berkata:
(1)
I Marilah menyatakan misteri iman kita.
U Wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan, kebangkitan-Mu kami muliakan, hingga Engkau datang.
(2)
I Marilah mewartakan misteri iman kita.
U Setiap kali kami makan roti ini dan minum Dari piala ini, wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan hingga Engkau datang.
(3)
I Agunglah misteri iman kita.
U Penyelamat dunia, selamatkanlah kami,karena melalui salib dan kebangkitan-Mu,
Engkau telah membebaskan kami.
Lalu imam, dengan tangan terentang, (bersama semua konselebran) berkata:
I Maka, Tuhan, kini, sambil merayakan penebusan kami, kami mengenangkan kematian Kristus dan turun-Nya ke tempat penantian. Kami mengakui kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya ke sisi kanan-Mu. Sambil mengharapkan kedatangan-Nya dalam kemuliaan, kami mempersembahkan kepada-Mu
Tubuh dan Darah-Nya, kurban yang berkenan pada-Mu dan membawa keselamatan bagi seluruh dunia. Pandanglah, Korban ini, Tuhan, yang telah Engkau sediakan sendiri bagi Gereja-Mu, dan perkenankanlah dengan rela agar semua yang akan ikut ambil bagian dari satu roti dan satu piala, dihimpun oleh Roh Kudus menjadi satu tubuh, supaya disempurnakan dalam Kristus sebagai kurban hidup untuk pujian kemuliaan-Mu.
(Satu dari konselebran)
Oleh karena itu, Tuhan, sekarang ingatlah akan semua orang yang demi mereka, kami membawa persembahan ini kepada-Mu: pertama-tama hamba-Mu, Paus kami, N., Uskup kami, N.*, para uskup di seluruh dunia, semua rohaniwan, mereka yang berhimpun di sini, yang mengambil bagian di dalam persembahan ini dan seluruh umat-Mu, serta semua orang yang mencari Engkau dengan hati yang tulus.
* Di sini dapat disebut Uskup Kuajutor dan Uskup Pembantu, seperti tercatat dalam Pedoman Umum Misale Romawi, no. 149.
(Konselebran Iain)
Ingatlah juga mereka yang telah berpulang dalam damai Kristus, dan semua orang yang telah meninggal. Hanya Engkaulah yang mengenal iman mereka. Bagi kami semua anak-anak-Mu, Bapa yang Murah Hati perkenankanlah kami mewarisi kebahagiaan surgawi, bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Santo Yosef, mempelainya, bersama para Rasul dan semua Orang Kudus-Mu di dalam kerajaan-Mu. Di sanalah, bersama segenap ciptaan-Mu, yang bebas dari kuasa dosa dan maut, kami memuliakan Dikau dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
ia mengatupkan tangan
Melalui Dia, Engkau melimpahkan segala kebaikan kepada dunia.
ia mengambil patena dengan Hosti dan piala. dan seraya mengangkat keduanya, ia (bersama semua konselebran) berkata:
I Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
U Amin.
C. RITUS KOMUNl
BAPA KAMI
Setelah piala dan patena diletakkan kembali, imam, dengan tangan terkatup, berkata:
I Atas petunjuk Penyelamat kita, dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Ia merentangkan tangan, dan bersama dengan umat, ia melanjutkan:
I+U Bapa kami yang ada di Surga: dimuliakanlah nama-Mu; datanglah kerajaan-Mu; jadilah kehendak-Mu, di atas bumi, seperti di dalam Surga Berilah kami rezeki pada hari ini; dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan; tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Embolisme
Dengan tangan terentang, imam sendíri melanjutkan:
I Tuhan, kami mohon, bebaskanlah kami dari segala yang jahat, sudilah memberi damai sepanjang hidup kami, supaya, kami yang telah dikuatkan oleh kelimpahan belas kasih-Mu, selalu bebas dari dosa, dan dijauhkan dari segala gangguan: sambil menantikan harapan yang membahagiakan dan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
Ia mengatupkan tangan.
U Sebab Engkaulah Raja yang Mulia dan Berkuasa untuk selama-lamanya.
DOA DAMAI
Lalu, imam dengan tangan terentang berkata dengan
I Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu.
la mengatupkan tangan,
Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
U Amin.
Imam menghadap umat, sambil merentangkan tangan lalu mengatupkannya, ia melanjutkan:
I Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
Lalu, jika periu, diakon atau imam menambahkan:
D / I Marilah kita saling memberikan salam damai.
Dan semua saling menyatakan damai dan cinta kasih menurut kebiasaan setempat; imam memberikan damai kepada diakon atau pelayan.
PEMECAHAN ROTI
Lalu, ia mengambil Hosti, memecahkannya di atas patena, dan memasukkan pecahan kecil Hosti ke dalam piala, seraya berkata dalam hati:
I Semoga pencampuran Tubuh dan Darah Tuhan kami Yesus Kristus ini, memberikan kehidupan abadi bagi kami yang menyambut-Nya.
Sementara itu, umat menyanyikan atau mengucapkan:
U Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia: kasihanilah kami.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia: kasihanilah kami.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia: berilah kami damai.
Lagu lain terdapat di dalam Graduale Romanum. Seruan dapat juga diulang beberapa kali bila pemecahan Roti berlangsung lama. Hanya pada bagian akhir diucapkan: berilah kami damai.
Lalu imam. dengan tangan terkatup, berkata dalam hati:
I Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Hidup, karena kehendak Bapa, dan dengan bantuan Roh Kudus, Engkau telah menghidupkan dunia berkat kematian-Mu: bebaskanlah aku dari segala dosa dan dari setiap kesalahan berkat Tubuh dan Darah-Mu yang Mahakudus ini: dan buatlah aku selalu setia pada perintah-Mu, dan janganlah pernah membiarkan aku terpisah dari-Mu.
atau
I Tuhan Yesus Kristus, semoga penerimaan Tubuh dan Darah-Mu, tidak menjadi hukuman dan siksaan bagiku: tetapi melindungi dan menyehatkan jiwa ragaku karena kasih sayang-Mu.
Imam berlutut, mengambil Hosti, dan mengangkat-Nya sedikit di atas patena atau piala, dan menghadap umat, lalu berkata dengan suara lantang:
I Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
l+U Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
KOMUNI
Dan imam, menghadap altar, berkata dalam hati:
I Semoga Tubuh Kristus melindungi aku sampai ke hidup kekal.
Dengan khidmat ia menyambut Tubuh Kristus, Lalu ia mengambil piaia dan berkata dalam hati:
I Semoga Darah Kristus melindungi aku sampai ke hidup kekal.
Dengan khidmat, ia menyambut Darah Kristus.
Sesudah itu, ia mengambil patena atau piksis, ia menghampiri para penerima komuni, dan menunjukkan Hosti yang diangkat sedikit, sambil berkata:
I Tubuh Kristus.
Penerima komuni menjawab:
U Amin.
Dan ia menyambut. Diakon pun melakukan hal yang sama kalau ia membagi Komuni Kudus.
Ketika imam menyambut Tubuh Kristus, nyanyian komuni dimulai.
Apabila ada Komuni dalam dua rupa, hendaknya dilaksanakan sesuai dengan tata Cara yang ditentukan.
|
Umat yang menyambut, tidak boleh diberi izin untuk sendiri mencelupkan hosti ke dalam piala; tidak boleh juga ia menerima hosti yang sudah dicelupkan itu pada tangannya. Hosti yang dipergunakan untuk pencelupan itu harus dikerjakan dari bahan sah dan harus sudah dikonsekrir; untuk itu dilarang memakai roti yang belum dikonsekrir atau yang terbuat dari bahan lain. (RS 104)
Kalau komuni-dua-rupa dilaksanakan dengan mencelupkan hosti ke dalam anggur, tiap penyambut, sambil memegang patena di bawah dagu, menghadap imam yang memegang piala. Di samping imam berdiri pelayan yang memegang bejana kudus berisi hosti. Imam mengambil hosti, mencelupkan sebagian ke dalam piala, memperlihatkannya kepada penyambut sambil berkata: Tubuh dan Darah Kristus. Penyambut menjawab: Amin, lalu menerima hosti dengan mulut, dan kemudian kembali ke tempat duduk. (PUMR 287)
|
PEMBERSIHAN PIALA
Sesudah selesai pembagian Komuni, imam atau diakon atau akolit membersihkan patena di atas piala dan juga piala itu sendiri. Sebaiknya pembersihan ini dilakukan pada kredens; atau, boleh juga ditangguhkan sampai sesudah perayaan Ekaristi. Sambil membersihkan patena dan piala, diakon/imam berdoa dalam hati.
I/ D Tuhan, semoga Tubuh dan Darah yang kami santap ini kami pahami dengan pikiran yang murni, dan kiranya anugerah saat ini menjadi kesembuhan bagi kami untuk selamanya.
SAAT HENING
Kemudian, imam dapat kembali ke tempat duduk. jika perlu, semua hening sejenak, atau dinyanyikan mazmur atau madah pujian lain atau madah syukur.
DOA SESUDAH KOMUNI
LaIu sambil berdiri di depan altar atau di depan kursi, imam menghadap umat dan dengan tangan tertutup, berkata:
I Marilah kita berdoa.
Dan semua berdoa sejenak dalam keheningan bersama imam, kecuali jika keheningan itu sudah dilaksanakan pada saat hening sesudah komuni.
Lalu imam, dengan tangan terentang, mengucapkan doa sesudah komuni yang diakhiri sebagai berikut:
I Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Bila Putra disebut pada akhir doa yang, diarahkan kepada Bapa.
I Sebab Dialah yang Hidup dan Berkuasa, sepanjang segala masa.
U Amin.
RITUS PENUTUP
PENGUMUMAN
Jika perlu, dilanjutkan Dengan pengumuman singkat kepada umat,
AMANAT PENGUTUSAN
Imam dengan amat singkat dapat menandaskan amanat perayaan.
BERKAT
Lalu dilaksanakan pengutusan. Imam menghadap umat dan sambil merentangkan tangan, ia berkata:
I Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
Imam memberkati umat, sambil berkata:
I Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian, Bapa dan Putra + dan Roh Kudus.
U Amin.
Pada harí atau kesempatan tertentu, rumusan berkat ini dapat diganti dengan rumusan berkat lain yang lebih meriah (lihat hal. 153 TPE), atau dengan sebuah Doa Atas Umat (lihat hlm. 270 TPE).
Dalam Misa Pontifikal. Selebran menerima mitra dan seraya merentangkan tangan, ia berkata:
Usk. Tuhan bersamamu.
U Dan bersama rohmu.
Usk. Semoga nama Tuhan dimuliakan.
U Dari sekarang ini sampai selamanya.
Usk. Pertolongan kita dalam nama Tuhan.
U Yang menjadikan langit dan bumí.
Kemudian, setelah selebran menerima tongkat gembala bila manggunakannya, ia berkata:
Usk. Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian
seraya membuat tanda salib tiga kali ke atas umat, ia menambahkan:
Bapa + dan Putra + dan Roh + Kudus.
U Amin.
PENGUTUSAN
Lalu diakon, atau imam sendiri, dengan tangan terkatup menghadap umat, berkata:
D/ I Saudara-Saudari, pergilah, misa sudah selesai.
U Syukur kepada Allah.
atau:
D/I Saudara-Saudari, pergilah mewartakan Injil Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
atau:
D/I Saudara-Saudari, pergilah dalam damai, sambil Memuliakan Tuhan dengan hidupmu.
U Syukur kepada Allah.
atau:
D/l Saudara-Saudari, pergilah dalam damai.
U Syukur kepada Allah.
PERARAKAN KELUAR
Lalu imam, menurut kebiasaan, menghormat altar dengan ciuman, seperti pada awal. Akhirnya, setelah bersama para pelayan membungkuk khidmat (atau berlutut), ia kembali. Kalau segera diikuti dengan kegiatan liturgi Iain, maka ritus penutup dihilangkan.
Perarakan dapat diiringi nyanyian atau musik instrumentalia yang sesuai.